Teknik Sosiodrama Melalui Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa Pasca-Pandemi
The Use of Sociodrama Through Group Counseling to Improve Students’ Prosocial Behavior Post-Pandemic
Abstract
Pendahuluan: Perkembangan pasca pandemi membawa dampak pada menurunya kualitas interaksi sosial remaja, yang sering kali ditandai dengan munculnya perilaku antisosial serta memudarnya rasa empati di lingkungan sekitarnya. Di sisi lain, keterampilan prososial yakni tindakan sukarela untuk menolong orang lain tanpa pamrih merupakan aspek krusial yang harus dimiliki individu sebagai makhluk sosial. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis efektivitas bimbingan kelompok teknik sosiodrama dalam meningkatkan perilaku prososial siswa, merespons degradasi keterampilan sosial di era digital pasca-pandemi.
Metode: Tinjauan ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, SINTA, dan Scopus. Kriteria inklusi mencakup artikel jurnal empiris peer-reviewed (2016-2026), subjek siswa SMP-SMA/SMK, dan intervensi sosiodrama pada variabel prososial. Kriteria eksklusi meliputi studi non-empiris, jenjang usia dini/dewasa, dan instrumen ukur yang tidak valid.
Hasil: Sintesis terhadap tujuh artikel utama mengonfirmasi bahwa sosiodrama memberikan efek signifikan terhadap peningkatan perilaku prososial. Analisis komparatif menunjukkan divergensi efektivitas: pada siswa SMP, teknik ini secara efektif menginternalisasi empati dasar dan mereduksi agresi verbal; sedangkan pada jenjang SMA/SMK, teknik ini secara superior memfasilitasi komunikasi interpersonal kompleks, asertivitas sosial, dan resolusi konflik teman sebaya. Pemberian ruang bagi siswa untuk bermain peran mengeksplorasi tokoh tertentu terbukti efektif dalam memecahkan masalah sosial, yang secara konsisten berkontribusi pada peningkatan signifikan terhadap perilaku prososial siswa.
Simpulan: Layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan perilaku prososial pada siswa. Intervensi ini memberikan struktur yang terarah bagi siswa untuk berlatih menumbuhkan empati, berinteraksi secara positif, dan menginternalisasi nilai-nilai kepedulian sosial untuk diterapkan dalam kehidupan nyata. Sosiodrama adalah instrumen terapeutik yang relevan untuk merestorasi perilaku prososial remaja. Peneliti selanjutnya disarankan merancang studi longitudinal dan model “sosiodrama hibrida”, sementara praktisi konseling perlu mengintegrasikan teknik ini ke dalam program intrakurikuler wajib.
Keywords:
##article.fullText##
References
Adys, H. P. (2025). Strategi Membaca Dalam Meningkatkan Pemahaman Literal Teks Bahasa Inggris: Kajian Literatur Pada Mahasiswa Di Pendidikan Tinggi. INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran Dan Pendidikan), 3(3), 516–525. https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/494
Altınay, D. (2024). Psychodrama, Sociodrama, Sociometry and Spontaneity Theater in Education and Psychodrama in Actor’s Education. Dalam S. Giacomucci, H. Junqueira Fleury, & D. Altınay (Ed.), Psychodrama in Education: Creativity and Experiential Teaching Around the World (hlm. 5–39). Springer Nature. https://doi.org/10.1007/978-981-97-8377-9_2
Amalia, R., & Zahro, I. F. (2022). Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa Kelas X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro. Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 2(1), 60–73. https://ejournal.attanwirbjn.ac.id/index.php/jbki/article/view/13
Amanullah, A. S. R. (2022). Mekanisme Pengendalian Emosi dalam Bimbingan dan Konseling. Conseils : Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.55352/bki.v2i1.112
Anjani, O. R., Nuha, M. S., Paramita, N. D., & Jalil, M. K. (2026). Kerangka Konseptual Peran Guru Bimbingan dan Konseling sebagai Fasilitator: Dekonstruksi P5 menuju PL8D dalam Kurikulum Merdeka. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 11(2), 93–102. https://doi.org/10.17977/um027v11i22026p93-102
