Search
Search Results
-
DOI: -Published Online: 10-04-2026
OPEN ACCESS|187 views|122 downloads|page 48-66AbstractPendahuluan: Bullying telah menjadi fenomena yang berjalan sistematis dan keberlangsungannya bergantung pada peran saksi atau bystander. Intervensi melalui teknik sosiodrama dianggap kurang spesifik dalam mengajarkan keterampilan perilaku baru. Sebagai alternatif, variabel inisiatif berbicara menawarkan kerangka kerja yang lebih operasional bagi saksi untuk melakukan tindakan defensif, konfrontatif dan pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah variabel inisiatif bicara dari aspek kerangka konseptual, teori pendukung, instrumen pengukuran hingga efektifitas studi terdahulu dalam konteks bullying.
Metode: Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis pada artikel jurnal rentang tahun 2022-2026. Pencarian literatur melalui database Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan SINTA dengan menggunakan kata kunci spesifik seperti bystander, speak up initiative, student voice, speaking up.
Hasil: Temuan menunjukkan bahwa speak up initiative merupakan manifestasi proaktif yang lebih berorientasi pada perubahan sistemik dibandingkan perilaku asertif yang cenderung reaktif. Terdapat lima instrumen utama yang diidentifikasi, yaitu SBBS, BTS, HCW-SUB, SUPS, dan PMCQ, yang mengukur dimensi keberanian moral hingga perilaku pembela.
Simpulan: Speak up initiative merupakan pendekatan strategis bagi remaja untuk bertransformasi dari bystander pasif menjadi upstander aktif melalui tindakan pembelaan, konfrontasi, dan pelaporan. Efektivitas inisiatif ini sangat bergantung pada dukungan lingkungan sekolah, jaminan anonimitas pelaporan, serta respons cepat otoritas untuk mengatasi norma "diam" di lingkungan pendidikan.
APA Citation StyleNuha, M. S. , Muslihati, M. , Rahman, D. H. , Nawawi, E. , & Jalil, M. K. (2026). Inisiatif Berbicara pada Perspektif Bystander Bullying dalam Pendidikan. CITA INSIGHT: Journal of Counseling and Educational Dynamic, 48-66. https://journal.citacendekia.com/cijced/article/view/8 -
Teknik Sosiodrama Melalui Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa Pasca-Pandemi
Galuh Ayu Pramudita, State University of MalangArbin Janu Setiyowati, State University of MalangYuliati Hotifah, State University of Malang10-04-2026DOI: -Published Online: 10-04-2026
OPEN ACCESS|86 views|52 downloads|page 33-47AbstractPendahuluan: Perkembangan pasca pandemi membawa dampak pada menurunya kualitas interaksi sosial remaja, yang sering kali ditandai dengan munculnya perilaku antisosial serta memudarnya rasa empati di lingkungan sekitarnya. Di sisi lain, keterampilan prososial yakni tindakan sukarela untuk menolong orang lain tanpa pamrih merupakan aspek krusial yang harus dimiliki individu sebagai makhluk sosial. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis efektivitas bimbingan kelompok teknik sosiodrama dalam meningkatkan perilaku prososial siswa, merespons degradasi keterampilan sosial di era digital pasca-pandemi.
Metode: Tinjauan ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, SINTA, dan Scopus. Kriteria inklusi mencakup artikel jurnal empiris peer-reviewed (2016-2026), subjek siswa SMP-SMA/SMK, dan intervensi sosiodrama pada variabel prososial. Kriteria eksklusi meliputi studi non-empiris, jenjang usia dini/dewasa, dan instrumen ukur yang tidak valid.
Hasil: Sintesis terhadap tujuh artikel utama mengonfirmasi bahwa sosiodrama memberikan efek signifikan terhadap peningkatan perilaku prososial. Analisis komparatif menunjukkan divergensi efektivitas: pada siswa SMP, teknik ini secara efektif menginternalisasi empati dasar dan mereduksi agresi verbal; sedangkan pada jenjang SMA/SMK, teknik ini secara superior memfasilitasi komunikasi interpersonal kompleks, asertivitas sosial, dan resolusi konflik teman sebaya. Pemberian ruang bagi siswa untuk bermain peran mengeksplorasi tokoh tertentu terbukti efektif dalam memecahkan masalah sosial, yang secara konsisten berkontribusi pada peningkatan signifikan terhadap perilaku prososial siswa.
Simpulan: Layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan perilaku prososial pada siswa. Intervensi ini memberikan struktur yang terarah bagi siswa untuk berlatih menumbuhkan empati, berinteraksi secara positif, dan menginternalisasi nilai-nilai kepedulian sosial untuk diterapkan dalam kehidupan nyata. Sosiodrama adalah instrumen terapeutik yang relevan untuk merestorasi perilaku prososial remaja. Peneliti selanjutnya disarankan merancang studi longitudinal dan model “sosiodrama hibrida”, sementara praktisi konseling perlu mengintegrasikan teknik ini ke dalam program intrakurikuler wajib.
APA Citation StylePramudita, G. A. , Setiyowati, A. J. , & Hotifah, Y. (2026). Teknik Sosiodrama Melalui Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa Pasca-Pandemi. CITA INSIGHT: Journal of Counseling and Educational Dynamic, 33-47. https://journal.citacendekia.com/cijced/article/view/9