Search
Search Results
-
DOI: -Published Online: 28-04-2026
OPEN ACCESS|25 views|33 downloads|page 15-30AbstractPendahuluan: Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan cara pesan keagamaan dikomunikasikan, diproduksi, dan didistribusikan dalam masyarakat kontemporer. Platform media sosial seperti Instagram, YouTube, dan Facebook menjadi ruang baru bagi praktik dakwah yang memungkinkan penyebaran pesan Islam menjangkau audiens yang lebih luas di luar institusi keagamaan tradisional. Transformasi ini juga memengaruhi dinamika otoritas keagamaan, praktik komunikasi, serta penyebaran pengetahuan Islam dalam lingkungan digital.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain narrative literature review untuk mensintesis berbagai kajian mengenai komunikasi Islam dan media digital. Literatur akademik diperoleh melalui penelusuran basis data Scopus menggunakan strategi pencarian Boolean dengan kata kunci terkait komunikasi Islam, media Islam, komunikasi keagamaan, dan dakwah. Artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun 2016–2026 dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola transformasi praktik dakwah digital.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi utama transformasi dakwah digital, yaitu: (1) media sosial sebagai medium baru komunikasi dakwah, (2) faktor teknologi dan sosial yang mendorong pergeseran dakwah ke ruang digital, (3) perluasan distribusi pesan dakwah melalui jaringan digital global, serta (4) meningkatnya akses masyarakat terhadap pengetahuan keagamaan melalui platform digital. Perkembangan ini juga mengubah relasi antara pendakwah dan audiens dari komunikasi yang bersifat hierarkis menuju interaksi yang lebih partisipatif dan dialogis.
Simpulan: Digitalisasi telah merekonfigurasi ekosistem komunikasi Islam dengan menghubungkan teknologi media, aktor dakwah, format komunikasi multimedia, serta jaringan audiens dalam ruang digital. Meskipun media sosial memperluas jangkauan dakwah dan membuka ruang dialog keagamaan yang lebih luas, perkembangan ini juga menuntut peningkatan literasi digital dan penguatan etika komunikasi agar kualitas dan kredibilitas pesan keagamaan tetap terjaga dalam ruang publik digital.
APA Citation StyleIsnaini, A. R. N. (2026). Transformasi Dakwah di Media Sosial: Pergeseran Otoritas dan Praktik Komunikasi Islam dalam Ruang Digital. COMMUNICATE: Journal of Islamic Communication, 15-30. https://journal.citacendekia.com/cjic/article/view/10 -
Religious Legitimacy in Politics: An Analysis of Islamic Political Communication and Ethical Contradictions amid Corruption Practices in Indonesia
Frans Tory Damara Pradipta, University of Bangka BelitungEnda Maharani, University of Bangka Belitung26-04-2026DOI: -Published Online: 26-04-2026
OPEN ACCESS|65 views|51 downloads|page 1-14AbstractIntroduction: Religious symbols increasingly shape political communication in Indonesia, where religious legitimacy is frequently employed to construct moral authority in electoral politics. This trend becomes contradictory when ethical religious narratives coexist with persistent corruption involving political elites.
Method: This study applies a qualitative approach using critical discourse analysis to examine Islamic political communication, media framing, and symbolic religious narratives in Indonesian political discourse.
Results: The findings reveal that religious legitimacy is produced through moral framing, symbolic authority, and mediatized religious messaging that shapes public perceptions of political morality. However, such legitimacy largely operates at the performative and symbolic level, functioning as political image construction rather than ethical governance practice. The coexistence of religious rhetoric and corruption scandals indicates a structural disjunction between moral claims and institutional political behavior.
Conclusions: Religious political communication has shifted toward performative legitimacy, positioning religion as an instrument of political persuasion rather than ethical accountability, thereby generating tensions within democratic governance.
APA Citation StylePradipta, F. T. D. , & Maharani, E. (2026). Religious Legitimacy in Politics: An Analysis of Islamic Political Communication and Ethical Contradictions amid Corruption Practices in Indonesia. COMMUNICATE: Journal of Islamic Communication, 1-14. https://journal.citacendekia.com/cjic/article/view/11