Transformasi Dakwah di Media Sosial: Pergeseran Otoritas dan Praktik Komunikasi Islam dalam Ruang Digital
The Transformation of Islamic Da'wah on Social Media: Shifts in Authority and Islamic Communication Practices in the Digital Sphere
Abstract
Pendahuluan: Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan cara pesan keagamaan dikomunikasikan, diproduksi, dan didistribusikan dalam masyarakat kontemporer. Platform media sosial seperti Instagram, YouTube, dan Facebook menjadi ruang baru bagi praktik dakwah yang memungkinkan penyebaran pesan Islam menjangkau audiens yang lebih luas di luar institusi keagamaan tradisional. Transformasi ini juga memengaruhi dinamika otoritas keagamaan, praktik komunikasi, serta penyebaran pengetahuan Islam dalam lingkungan digital.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain narrative literature review untuk mensintesis berbagai kajian mengenai komunikasi Islam dan media digital. Literatur akademik diperoleh melalui penelusuran basis data Scopus menggunakan strategi pencarian Boolean dengan kata kunci terkait komunikasi Islam, media Islam, komunikasi keagamaan, dan dakwah. Artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun 2016–2026 dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola transformasi praktik dakwah digital.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi utama transformasi dakwah digital, yaitu: (1) media sosial sebagai medium baru komunikasi dakwah, (2) faktor teknologi dan sosial yang mendorong pergeseran dakwah ke ruang digital, (3) perluasan distribusi pesan dakwah melalui jaringan digital global, serta (4) meningkatnya akses masyarakat terhadap pengetahuan keagamaan melalui platform digital. Perkembangan ini juga mengubah relasi antara pendakwah dan audiens dari komunikasi yang bersifat hierarkis menuju interaksi yang lebih partisipatif dan dialogis.
Simpulan: Digitalisasi telah merekonfigurasi ekosistem komunikasi Islam dengan menghubungkan teknologi media, aktor dakwah, format komunikasi multimedia, serta jaringan audiens dalam ruang digital. Meskipun media sosial memperluas jangkauan dakwah dan membuka ruang dialog keagamaan yang lebih luas, perkembangan ini juga menuntut peningkatan literasi digital dan penguatan etika komunikasi agar kualitas dan kredibilitas pesan keagamaan tetap terjaga dalam ruang publik digital.
Keywords:
##article.fullText##
References
Ahman, H., & Thoren, C. (2021). When Facebook Becomes Faithbook: Exploring Religious Communication in a Social Media Context. Social Media + Society, 7(3). https://doi.org/10.1177/20563051211041644
Baulch, E., & Pramiyanti, A. (2018). Hijabers on Instagram: Using Visual Social Media to Construct the Ideal Muslim Woman. Social Media + Society, 4(4). https://doi.org/10.1177/2056305118800308
Briandana, R., Caturida, Shahir, & Wan, W. (2020). Da’wah Communication and Social Media: the Interpretation of Millennials in Southeast Asia. International Journal of Economics and Business Administration, VIII(Special Issue 1), 216–226. https://doi.org/10.35808/ijeba/543
Cheong, P. H. (2016). The Vitality of New Media and Religion: Communicative Perspectives, Practices, and Changing Authority in Spiritual Organization. New Media & Society, 19(1), 25–33. https://doi.org/10.1177/1461444816649913
Cooper, T. (2022). ‘ Live Has an Atmosphere of Its Own’: azadari , Ethical Orientation, and Tuned Presence in Shi‘i Media Praxis. Journal of the Royal Anthropological Institute, 28(2), 651–675. https://doi.org/10.1111/1467-9655.13712
